Jumat, 01 April 2011

PERANAN IBADAH DALAM KEHIDUPAN

Sebagai seorang hamba, manusia mempunyai tanggung jawab untuk mengabdi kepada Allah swt. Dan pengabdiannya itu tercermin melalui ibadah yang dikerjakannya. Secara khusus ibadah yang dikerjakan dengan diiringi sifat mulia seperti: sabar,ikhlas,istiqamah,dan penuh kejujuran dengan ketulusan niat semata-mata hanya kerana Allah ternyata memiliki manfaat yang begitu besar dan baik bagi mereka yang mengerjakannya. Sebab itulah ibadah menjadi penentu bagi kehidupan seorang insan.

Sekarang ini kita sering dihadapkan oleh berbagai masalah yang mewarnai kehudupan ini.Walaupun tidak sebesar dan sepahit yang dihadapi oleh umat terdahulu.Sesungguhnya berbagai masalah yang mewarnai dalam kehidupan kita merupakan ujian yang datangnya dari Allah swt. baik itu menyenangkan ataupun menyedihkan, suka ataupun duka tentunya silih berganti namun itulah resam kehidupan bergantung bagaimana kita menyikapinya.Sebab itulah ibadah menjadi penentu dalam keberhasilan insan menyikapi dan mencari solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang sedang dihadapinya.

Sesungguhnya ibadah berperan sebagai penentu kebahagiaan dan kesejahteraan. Bukan hanya pada individu bahkan ianya juga mempengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan suatu keluarga,masyarakat,bangsa dan negara sehingga membangun tamadun yang madani.Fakta utama yang dapat kita lihat bersama dan melibatkan berbagai aspek ialah ancaman gejala sosial dalam berbagai kategori yang kian membara ditengah-tengah kita.Dan jika hal ini kita renungkan dengan kejernihan jiwa maka jawabnya ialah berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang diabaikan, sehingga berdampak lahirnya berbagai perbuatan maksiat.

Kelalaian yang disengaja dalam tanggung jawab mengerjakan ibadah untuk mengabdikan diri semata-mata kepada Allah ternyata menjadi penyebab utama dalam melakukan berbagai perbuatan maksiat.Jika perbuatan maksiat itu telah merebak kemana-mana tentunya ia akan menimbulkan keresahan bagi kita semua.Oleh itu kesadaranlah yang menjadi kunci utama dalam membuat suatu perubahan.

Bukankah kesenangan dunia ialah pancaroba.Oleh itu kita harus sentiasa berwaspada terhadap bisikan dunia kerana jika ia diturutkan akan membuahkan penyesalan.Kesenangan dunia yang merayu sering kali menjerumuskan manusia kejurang kebinasaan dan kesengsaraan yang penuh penyesalan.

Kefahaman seseorang terhadap islam yang dangkal dan tidak adil sering kali menimbulkan kekeliruan,bahkan para pemikir Barat tidak sepakat dalam memberikan defenisi agama,philosof-philosof mereka juga memberikan defenisi masing-masing dan menyifatkan agama dari sudut pandang yang berbeda-beda.Ada diantara mereka yang mengatakan agama itu tidak lebih dari pada konsep morality/akhlak,ada juga yang mengatakan agama itu sesuatu yang menyentuh hal-hal ruhaniyyah/spiritual sahaja,dan ada pula yang mendefinisikan agama dengan ritual/upacara penyembahan.

Agama Islam itu mudah dan jelas,bersesuaian dengan akal dan fitrah manusia,agama yang secara sah dan rasmi diturunkan Allah swt.Syari'at yang ada di dalamnya adalah wahyu dan bukan ciptaan manusia dan bukan pula rekaan Nabi (Yunus:15)

Agama Islam juga bercirikan al-wasatiyyah atau tawazun (moderate). Posisi Islam tidak terlalu menumpukan pada ruhaniyyah sehingga melupakan material, Islam merangkumi dunia dan akhirat tidak menumpukan pada akhirat sehingga melupakan dunia dan Islam juga tidak menghinakan dunia, akan tetapi menempatkannya pada tempat yang betul. Islam juga  memberikan gambaran yang tidak ekstrim dalam sesuatu hal tetapi tegas dalam hal yang berkaitan dengan prinsip, individu dan masyarakat sama pentingnya tidak boleh mengorbankan maslahah orang ramai demi kepentingan individu tetapi tidak pula maslahah orang ramai dijadikan legalisasi untuk mengorbankan kepentingan individu.
Agama Islam bersifat teguh dan tidak berubah. Syari’at yang Allah tetapkan tidak akan berubah, ini berbeza dengan undang-undang manusia yang selalu berubah dan  dipinda. Tidak ada yang kurang lengkap atau yang salah dalam Syariat Allah, adapun yang berkembang dalam fiqih Islam itu adalah Ijtihad, masing-masing ulama berijtihad sesuai dengan keadaan dan perkembangan semasa, dengan syarat tidak bercanggah dengan nash yang telah ada dalam Qur’an dan Sunnah.

Dari kajian tentang agama tadi kita dapat menyimpulkan bahawa Islam bukanlah sekadar agama yang membangun spiritual sesuatu masyrakat, Islam tidak cukup dengan menjalankan solat lima waktu, puasa, zakat dan Haji. Pandangan yang sempit terhadap Islam adalah hasil sekularisasi, dengan tidak disedari telah merasuk kedalam pemikiran ummat Islam.

Lebih daripada itu Islam adalah cara hidup (way of life). Agama Islam memberi jawapan kepada pertanyaan abadi  kehidupan (eternal question of life ) pertanyaan tersebut adalah darimanakah asal-usul manusia? Kemanakah mereka akan pergi dan apakah arti kehidupan ini?. Dari mula lagi Islam telah  memberikan jawapan kepada persoalan tersebut dengan jelas. Bahkan menyediakan jalan bagaimana manusia harus hidup agar mereka tidak sia-sia dan sesat dengan menerangkan bahwa satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan menuju kearah al-sirat al-mustaqim (jalan yang lurus)

Selain mambangun insan yang bermoral Islam juga membangun tamadun yang luhur, Islam tidak sepatutnya dipisahkan dari politik dan kemasyarakatan. Manusia sebagai khalifah berfungsi untuk memastikan hukum Syari’at Allah berlaku di bumi ini. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa nabi sendiri membangun sebuah negara dan mengatur sistem kemasyarakatan (sosial order). Bahkan sebenarnya Islam tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya tanpa tegaknya negara Islam yang bertanggungjawab melaksanakan Syari’at Allah.

Konsep Ibadah dalam Islam jauh lebih luas daripada apa yang dinamakan sembahyang dalam sesuatu agama. Worship atau  sembahyang tidak dapat disamakan dengan ibadah. Ibadah sepertimana yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah adalah istilah yang merangkumi segala perbuatan yang disenangi dan diredhai Allah S.W.T. Oleh kerananya ibadah itu dapat terlaksana dengan mematuhi segala apa yang diperintahkan Allah. Dengan kata lain Ibadah merupakan gambaran yang menyeluruh daripada agama (ad-din).

Secara umum ibadah dapat berperan sebagai alat untuk menumbuhkan kesadaran pada diri manusia bahwa ia sebagai insan diciptakan Allah khusus untuk mengabdi kepada-Nya.Dan segala ibadah yang dikerjakannya itu semata-mata demi mendapatkan Kerdhaan-Nya yang pelaksanaanya diiringi dengan kesempurnaan sifat yang mahmudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar